Kematian Ali Larijani Tidak Mengubah Kekuatan Pertahanan Iran di Teheran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan tanggapan atas berita tentang kematian Ali Larijani, yang menjabat sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Ia menegaskan bahwa peristiwa tragis ini tidak akan melemahkan kekuatan pemerintahan Teheran.
Dalam wawancaranya dengan media internasional, Araghchi menjelaskan bahwa struktur pemerintahan Iran dibangun di atas institusi yang kokoh, bukan semata-mata tergantung pada individu. Ia merujuk pada serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap para pemimpin Iran, yang dinilai tidak akan mengguncang sistem pemerintahan, bahkan jika Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei juga mengalami nasib serupa.
“Saya tidak mengerti mengapa Amerika Serikat dan Israel belum menyadari bahwa Republik Islam Iran memiliki struktur politik yang solid, dengan institusi yang berfungsi baik di bidang politik, ekonomi, dan sosial. Kehadiran atau ketiadaan satu individu tidak akan berdampak pada kekuatan struktur ini,” ujar Araghchi dalam wawancara tersebut, yang diambil pada 18 Maret 2026.
Araghchi menambahkan bahwa meskipun masing-masing individu memiliki dampak dan peran yang berbeda-beda dalam pemerintahan, inti dari pernyataannya adalah bahwa sistem politik Iran tetap stabil. Dengan demikian, kehilangan seorang pemimpin tidak akan menggoyahkan keseluruhan struktur pemerintahan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Pernyataan Abbas Araghchi ini memiliki makna yang dalam. Ia menekankan bahwa meskipun individu-individu tertentu memiliki pengaruh, sistem yang lebih besar dan lebih kuat tetap tidak terpengaruh oleh perubahan individu.
Militer Iran didasarkan pada doktrin yang dikenal sebagai “Pertahanan Mozaik.” Ini adalah strategi yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun oleh para pemikir militer Iran, terutama di bawah kepemimpinan Mohammad Ali Jafari.
Araghchi sebelumnya mengungkapkan bahwa Iran telah menghabiskan hampir dua dekade untuk menganalisis cara-cara peperangan yang dilakukan oleh AS di kawasan timur dan barat dekat Iran. Hasil dari studi ini menjadi landasan bagi strategi pertahanan negara.
“Kami telah menerapkan semua pelajaran yang kami pelajari. Serangan bom di ibu kota tidak akan memengaruhi kemampuan kami dalam menjalani peperangan. Doktrin Pertahanan Mozaik yang bersifat terdesentralisasi memberikan kami kekuatan untuk memutuskan kapan dan bagaimana perang akan berakhir,” ungkapnya beberapa hari setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel.
Pertahanan Mozaik adalah konsep militer yang digunakan oleh Iran untuk merancang struktur pertahanan negara dalam beberapa lapisan regional dan semi-independen. Ini bertujuan untuk menghindari konsentrasi kekuatan dalam satu rantai komando yang dapat lumpuh jika pemimpin puncak dibunuh.
Dengan demikian, doktrin Pertahanan Mozaik memungkinkan Iran untuk tetap mempertahankan kekuatan pertahanan meskipun terjadi kehilangan di level kepemimpinan. Strategi ini menunjukkan bahwa Iran memiliki rencana yang matang untuk mengatasi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri, dan menjaga stabilitas dalam situasi yang penuh ketidakpastian.
Melalui pendekatan ini, Iran berupaya untuk memastikan bahwa kekuatan pertahanan negara tetap terjaga, meskipun ada berbagai tantangan dan peristiwa yang dapat mengguncang pemerintahan. Keberadaan sistem yang terdesentralisasi memberikan Iran fleksibilitas dan ketahanan yang dibutuhkan dalam mempertahankan integritas nasionalnya.
Penting untuk dicatat bahwa keberhasilan strategi ini tidak hanya bergantung pada kemampuan militer, tetapi juga pada stabilitas politik dan sosial di dalam negeri. Dengan memahami bahwa kekuatan pertahanan Iran tidak terikat pada satu sosok, negara ini berusaha untuk memperkuat institusi-institusi yang ada, sehingga dapat menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa depan.
Dengan demikian, meskipun kehilangan seorang pemimpin seperti Ali Larijani adalah sebuah tragedi, Iran menunjukkan bahwa kekuatan pertahanan dan stabilitas sistem pemerintahan tidak akan tergoyahkan. Pendekatan yang terstruktur dan terencana memungkinkan Iran untuk tetap berperan penting di kancah internasional.
➡️ Baca Juga: Klasemen IBL 2026: Pelita Jaya Dominasi, Bogor Hornbills Berikan Perlawanan Kuat
➡️ Baca Juga: Jadwal Konser PRJ 2025: Ungu, Slank, Armada Siap Guncang Panggung Pesta Rakyat Terbesar di Indonesia




