Korban Investasi Emas Terjerat Kasus Influencer JC dan KL, Rugi Miliaran Rupiah

Jakarta – Awalnya, investasi emas dan perak tampak menjanjikan bagi banyak orang, namun kini berujung pada kerugian yang signifikan, bahkan mencapai miliaran rupiah. Bernardus, salah satu dari 86 korban yang terjerat dalam dugaan penipuan investasi, menjadi salah satu yang merasakan dampaknya setelah terlibat dengan PT Divine Gems and Jewellery.
Kasus ini resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Jumat, 9 Oktober 2026. Total kerugian yang dialami oleh para korban diperkirakan sekitar Rp25 miliar. Dalam laporan tersebut, nama tiga influencer yang memiliki inisial JC, KL, dan NN muncul sebagai pihak yang turut disebut oleh para pelapor.
Bernardus mengungkapkan bahwa ketertarikan awalnya untuk melakukan transaksi melalui sistem preorder untuk membeli perak didasari oleh keberhasilan pembelian pertama. Ia menerima produk sesuai pesanan, sehingga tidak ada indikasi bahwa transaksi tersebut bermasalah.
Seiring berjalannya waktu, pengalaman positif tersebut mendorong Bernardus untuk meningkatkan jumlah pembeliannya. Namun, pada transaksi selanjutnya, harapannya untuk menerima produk tidak terwujud. Akibatnya, ia mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Perubahan dari transaksi kecil yang awalnya berjalan mulus menjadi pembelian dalam jumlah besar yang berujung masalah adalah pengalaman yang banyak diceritakan oleh para korban lainnya dalam kasus ini.
Pengacara yang mewakili korban, Bionda Johan Anggara, menjelaskan bahwa perusahaan diduga menawarkan sistem jual beli emas dengan preorder yang disertai dengan bonus yang menarik. Konsumen dijanjikan akan mendapatkan tambahan emas jika melakukan pembelian dalam jumlah tertentu.
“Untuk preorder, mereka menawarkan bonus yang sangat menggoda, seperti membeli 5 gram emas dan mendapatkan bonus 4 gram emas,” jelasnya.
Di samping penawaran bonus yang menarik, masalah juga muncul terkait mekanisme buyback, di mana perusahaan diduga menjanjikan pembelian kembali emas konsumen dengan harga yang lebih tinggi, namun pembayaran tersebut tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Menurut Bionda, ketertarikan para korban untuk bertransaksi dipicu oleh beberapa faktor, termasuk klaim keunggulan produk dan adanya figur publik sebagai duta merek. Nama-nama influencer seperti JC, KL, dan NN pun menjadi sorotan dalam keterangan yang diberikan oleh para korban.
“Setelah kami melakukan cross-check, kami menemukan bahwa daya tarik utama para korban adalah karena adanya public figure. Influencer dengan inisial JC, KL, dan satu lagi NN sangat berpengaruh dalam menarik minat mereka,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Dokumen dan Perangkat Elektronik Disita dari Ruang Direktorat Jenderal Kementerian PU
➡️ Baca Juga: Cara Menghasilkan Uang Secara Online Melalui Pekerjaan Digital Mandiri yang Efektif




