Prabowo Menetapkan Target Penghijauan Hutan Gundul di Indonesia dalam 10 Tahun ke Depan

Presiden RI Prabowo Subianto menekankan perhatian serius terhadap penurunan tutupan hutan di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mengidentifikasi pembakaran lahan sebagai salah satu tantangan utama yang harus segera diatasi untuk menyelamatkan ekosistem yang ada.
Dalam upaya mempercepat proses penghijauan, Prabowo mendorong pemerintah untuk membangun pusat persemaian di tingkat provinsi hingga kabupaten. Semua lahan yang terbuka diharapkan dapat ditanami dengan pohon-pohon produktif serta jenis tanaman yang berkontribusi pada keberlanjutan sumber daya air.
“Situasi di daerah ini memang cukup saya pahami. Masalah yang muncul adalah berkurangnya jumlah pohon. Saya tahu, masyarakat di sini sering membuka lahan dengan cara membakar, bukan? Saya ingat hal tersebut,” ungkap Prabowo saat memimpin rapat tentang penanganan bencana gempa di NTT pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Prabowo menegaskan bahwa untuk mengatasi masalah ini, pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas penindakan. Edukasi kepada masyarakat mengenai metode pembukaan lahan yang ramah lingkungan tanpa membakar hutan juga sangat penting.
“Dulu, saya juga pernah tinggal di daerah ini. Ini adalah masalah yang nyata. Maka, masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa membuka lahan tidak seharusnya dilakukan dengan cara membakar. Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi,” tambahnya.
Dalam pernyataannya, Prabowo juga mengingatkan bahwa kawasan NTT dulunya memiliki hutan yang sangat lebat. Ia mengaitkan penurunan tutupan hutan dengan sejarah eksploitasi yang terjadi pada masa kolonial.
“Jika kita lihat 100 atau 200 tahun yang lalu, daerah ini sangat lebat. Portugis dan Spanyol datang ke sini untuk mencari kayu bagi angkatan laut mereka,” jelasnya.
Prabowo mengungkapkan bahwa kebutuhan akan kayu untuk membangun armada laut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sejarah kekuatan militer negara-negara besar di masa lalu.
“Mereka menjajah Timor Timur dan masuk ke Timor Barat, mengambil kayu dari sini untuk kebutuhan angkatan laut mereka. Superpower dahulu sangat bergantung pada kekuatan angkatan laut yang terbuat dari kayu. Ini adalah pelajaran sejarah yang penting untuk diingat,” tuturnya.
Namun, Prabowo menggarisbawahi bahwa pemerintah saat ini harus lebih fokus pada pemulihan lingkungan dan peningkatan tutupan vegetasi.
➡️ Baca Juga: Uya Kuya Melapor ke Polisi Terkait Tuduhan Memiliki 750 Dapur MBG
➡️ Baca Juga: Kenaikan Gaji Hakim Diharapkan Tingkatkan Objektivitas, Profesionalisme, dan Integritas Peradilan




