Penutupan Bandara Riyadh Hingga Sabtu, Implikasi bagi Jemaah Umrah Indonesia

Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, kembali mengalami serangan dari kelompok pemberontak Houthi yang berasal dari Yaman pada Senin malam, 12 Oktober. Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian insiden yang telah merenggut nyawa sedikitnya 14 orang dalam beberapa hari terakhir, menambah ketegangan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataan yang dirilis melalui media sosial, juru bicara koalisi Saudi, Turki Al-Maliki, mengonfirmasi bahwa Houthi telah meluncurkan satu rudal balistik ke arah Riyadh dan dua rudal lainnya menuju Khamis Mushait, sebuah kota di bagian barat daya Arab Saudi. Al-Maliki juga menyatakan bahwa ketiga rudal tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan sebelum mencapai sasaran.
Sebagai respons terhadap serangan itu, Otoritas penerbangan Arab Saudi mengumumkan bahwa Bandara Internasional King Khalid akan ditutup hingga hari Sabtu mendatang. Akibat penutupan ini, beberapa maskapai penerbangan sudah membatalkan jadwal penerbangan mereka. Selain bandara, Houthi juga diketahui telah menyerang sejumlah fasilitas minyak di Arab Saudi.
Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengungkapkan kepada media bahwa serangan terhadap bandara dalam seminggu terakhir telah menguji ketahanan negara tersebut. Dalam sebuah konferensi energi di Arab Saudi, ia menyatakan, “Peristiwa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir sangat serius. Respons kita harus sama seriusnya.”
Sehubungan dengan penutupan Bandara King Khalid hingga Sabtu, maskapai nasional Uni Emirat Arab, Etihad Airways, mengumumkan pembatalan semua penerbangan dari dan menuju Riyadh pada Senin. Selain itu, maskapai ini juga menghentikan sementara penerbangan ke Dammam dan Jeddah. Maskapai Bahrain, Gulf Air, juga melaporkan pembatalan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga hari Sabtu.
Sementara itu, maskapai penerbangan Delta dari Amerika Serikat telah menunda peluncuran penerbangan langsungnya dari Atlanta ke Riyadh, yang awalnya direncanakan mulai beroperasi pada 23 Oktober mendatang.
Di sisi lain, kelompok Houthi mengklaim bahwa Bandara Internasional King Khalid di Riyadh merupakan target serangan mereka. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, juga menyatakan bahwa kelompoknya telah mengirim sebuah drone ke pangkalan udara militer di Khamis Mushait, yang terletak dekat perbatasan Yaman.
Saree mengingatkan maskapai penerbangan internasional serta para pelancong untuk menghindari penerbangan ke bandara-bandara di Arab Saudi, kecuali yang ada di kota suci Mekkah dan Madinah. Ia menekankan bahwa fasilitas penerbangan di negara tersebut tidak aman saat ini, mengingat situasi yang sedang berlangsung.
➡️ Baca Juga: Senator Papua Dorong Pembangunan Pendidikan di Daerah untuk Mencapai Kemajuan yang Signifikan
➡️ Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Motor Fajar Sadboy yang Bikin Ibunya Hampir Pingsan




