Libur Bursa: BEI Hentikan Perdagangan Selama 5 Hari Menjelang Idul Fitri dan Nyepi

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan kalender libur bursa untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Menariknya, perayaan Lebaran tahun ini bertepatan dengan Hari Suci Nyepi, sehingga memberikan kesempatan untuk menikmati libur yang lebih panjang bagi para pelaku pasar.
Dalam pengumuman yang disampaikan melalui keterbukaan informasi, aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia akan dihentikan selama lima hari kerja. Libur dimulai pada tanggal 18 Maret 2026, yang ditetapkan sebagai cuti bersama untuk Hari Suci Nyepi, diikuti dengan perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Kamis, 19 Maret 2026.
Peniadaan perdagangan saham akan berlanjut pada Jumat, 20 Maret 2026, yang juga merupakan cuti bersama untuk Idul Fitri. Libur ini akan berlanjut hingga Selasa, 24 Maret 2026, yang semuanya telah ditetapkan sebagai cuti bersama menyambut Lebaran.
Pasar modal Indonesia akan kembali beroperasi pada Rabu, 25 Maret 2026. Informasi mengenai jadwal libur bursa ini sangat penting bagi para investor untuk menyusun strategi investasi dan perencanaan transaksi yang lebih baik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan menjelang libur yang cukup panjang. Pada sesi perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, IHSG turun sebesar 3,05 persen atau 224,90 poin, sehingga berada di level 7.137,21.
Nilai transaksi pada hari tersebut tercatat sebesar Rp 13,70 triliun, dengan volume transaksi mencapai 285,80 juta. Angka ini merupakan akumulasi dari total perdagangan yang dilakukan oleh para investor, dengan total mencapai 1,6 juta transaksi.
Semua sektor saham mengalami koreksi yang signifikan, dipimpin oleh sektor transportasi yang mengalami penurunan sebesar 3,87 persen. Penurunan juga terlihat pada sektor infrastruktur yang turun 3,64 persen, diikuti oleh sektor konsumer cyclical yang melemah 3,55 persen dan sektor teknologi yang juga mengalami penurunan sebesar 3,41 persen.
Analis dari Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa sentimen negatif lainnya berasal dari Amerika Serikat yang memulai investigasi perdagangan terhadap 60 negara. Investigasi ini bertujuan untuk menentukan apakah negara-negara tersebut gagal membatasi praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. Kebijakan yang mengacu pada Pasal 301 memungkinkan pemerintah AS untuk mengenakan tarif pada negara-negara yang terbukti bersalah tanpa perlu persetujuan tambahan dari Kongres.
Kekhawatiran investor meningkat terkait konflik berkepanjangan antara AS dan Iran, yang diperkirakan berdampak pada harga minyak mentah tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan. Hal ini berpotensi mendorong inflasi dan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), demikian disampaikan dalam laporan harian yang dirilis pada Jumat, 13 Maret 2026.
Dengan mengetahui jadwal libur bursa, para pelaku pasar diharapkan dapat mengatur waktu transaksi dan merencanakan strategi portofolio dengan lebih baik, terutama menjelang masa libur yang panjang yang biasanya berpengaruh terhadap likuiditas pasar.
➡️ Baca Juga: Fakta Menarik tentang Bahasa Asing yang Jarang Diketahui
➡️ Baca Juga: Selebgram Ruce Nuenda Beraktivitas di Tengah Wabah Campak yang Mewabah




