Pola modern pendekatan analisa terarah slot

Metode premium slot online untuk hasil stabil

Strategi terarah slot online untuk hasil optimal

Analisa kinerja pola modern slot online

Teknik unggulan analisa pola harian slot

Strategi rahasia slot online untuk performa optimal

Strategi maksimal analisa terkini slot online

Teknik unggulan slot online untuk kinerja

depo 10k depo 10k
bisnis

IHSG Tertekan di Awal Perdagangan akibat Penurunan Harga Minyak dan Isu Selat Hormuz

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan sebesar 15 poin atau 0,24 persen, bergerak ke level 6.390 pada awal perdagangan hari Kamis, 27 Agustus 2026.

Fanny Suherman, yang menjabat sebagai Kepala Analis Riset Retail, mengungkapkan bahwa IHSG berpotensi mengalami penurunan lebih lanjut pada sesi perdagangan hari ini.

“IHSG mungkin akan terus melanjutkan tren penurunan menuju level 6.300. Apabila mampu bertahan di level tersebut, ada kemungkinan IHSG akan rebound kembali,” jelas Fanny dalam laporan riset hariannya pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Bursa saham di kawasan Asia menunjukkan penguatan pada hari Rabu kemarin, meskipun terjadi penurunan harga minyak dan yield obligasi, seiring dengan harapan yang berkembang bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali. Investor juga sedang menunggu laporan keuangan dari Nvidia.

Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami kenaikan sebesar 0,62 persen, sementara Topix naik 0,42 persen. Indeks Hang Seng dari Hong Kong bertambah 0,56 persen, Taiex Taiwan melonjak hingga 1,47 persen, dan Kospi Korea Selatan meningkat 0,97 persen.

Di sisi lain, ASX 200 di Australia mengalami penurunan sebesar 0,4 persen, Straits Times merosot 0,25 persen, sedangkan FTSE Malaysia mencatatkan kenaikan sebesar 0,70 persen.

Sentimen pasar lainnya muncul setelah Iran kembali mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan pembicaraan dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis, sebelumnya menyuplai sekitar seperlima dari total perdagangan minyak dunia, sebelum konflik mengganggu pasokan. Optimisme pasar ini berhasil menekan harga minyak secara signifikan.

Di lain pihak, data inflasi konsumen di Australia menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan pada Juli 2026. Peningkatan biaya bahan bakar dan perjalanan menjadi pendorong utama inflasi, sementara inflasi inti juga melampaui ekspektasi, menambah risiko kemungkinan kenaikan suku bunga dari Reserve Bank of Australia (RBA).

Indeks Harga Konsumen (IHK) di Australia menunjukkan kenaikan sebesar 1 persen pada Juli dibandingkan dengan bulan Juni 2026, angka ini lebih tinggi dari konsensus yang hanya memprediksi kenaikan 0,8 persen. Secara tahunan (year-on-year), inflasi Australia mengalami penurunan menjadi 3,5 persen dari 3,8 persen pada bulan Juni 2026, meskipun tetap lebih tinggi dari ekspektasi yang hanya sebesar 3,3 persen.

“Level support IHSG tercatat berada di kisaran 6.300 hingga 6.350, sementara level resistensi berada di antara 6.450 dan 6.500,” tambahnya.

Perlu dicatat, Wall Street ditutup dengan catatan negatif setelah data inflasi di Amerika Serikat menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan. Banyak investor memilih untuk bersikap wait-and-see menjelang rilis laporan laba dari Nvidia yang dijadwalkan pada hari yang sama.

Pada Rabu kemarin, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penutupan turun 0,21 persen, S&P 500 melemah tipis sebesar 0,02 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,08 persen.

Laporan dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa inflasi tahunan di Amerika Serikat untuk bulan Juli 2026 meningkat menjadi 3,7 persen, sedikit di atas ekspektasi. Data terpisah juga menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh sebesar 1,5 persen pada kuartal III-2026. Selain itu, perhatian investor akan tertuju pada pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang dijadwalkan berlangsung di Jackson Hole pada Jumat, 28 Agustus 2026.

➡️ Baca Juga: TikTok Perkenalkan ‘The Discover List 2026’ untuk Mendukung Kreator Konten Global

➡️ Baca Juga: Analisis Komprehensif: Bloatware Samsung vs Google di Indonesia

Related Articles

Back to top button