Industri Agro Indonesia Terbukti Minim Terpengaruh Konflik Timur Tengah, Kemenperin Bahas Kenaikan Biaya Logistik Global

Jakarta – Situasi yang tengah berlangsung di Timur Tengah saat ini tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja industri agro di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sebagian besar bahan baku untuk sektor ini berasal dari dalam negeri atau negara-negara yang tidak terpengaruh oleh konflik tersebut.
Putu Juli Ardika, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, menjelaskan bahwa industri agro Indonesia menunjukkan ketahanan yang cukup baik terhadap gejolak politik global berkat ketergantungan pada sumber daya domestik.
“Industri agro berfokus pada pengolahan sumber daya alam yang ada di negara kita. Oleh karena itu, untuk bahan baku utama, tidak ada isu yang secara langsung terkait dengan konflik di Timur Tengah,” ungkap Putu pada hari Selasa, 10 Maret 2026.
Dia menambahkan bahwa sebagian besar bahan baku yang digunakan dalam industri agro, seperti minyak goreng, produk pangan olahan, hingga berbagai komoditas pertanian, sebagian besar dipasok dari dalam negeri. Dengan demikian, konflik di Timur Tengah tidak langsung mengganggu ketersediaan bahan baku untuk industri ini.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kebutuhan impor untuk industri agro juga umumnya tidak berasal dari negara-negara yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah. Sebagai contoh, gula rafinasi yang digunakan dalam industri lebih banyak diimpor dari negara-negara seperti Australia, Thailand, serta kawasan Amerika Latin. Sementara itu, bahan baku impor lainnya sudah masuk ke Indonesia sebelum konflik terjadi.
Meski demikian, Putu mengakui bahwa gejolak geopolitik global dapat menimbulkan dampak tidak langsung, terutama dalam hal biaya distribusi. “Dampaknya lebih terasa pada biaya transportasi atau logistik,” katanya.
Dia menegaskan bahwa kementerian terus memantau perkembangan situasi global untuk mengantisipasi potensi gangguan dalam rantai pasokan serta perubahan biaya logistik akibat dinamika geopolitik. “Kami telah menyiapkan berbagai alternatif agar industri agro tetap dapat beroperasi dengan baik meskipun ada tantangan yang dihadapi,” tambah Putu.
➡️ Baca Juga: Musik Indie untuk Pemula: Apa yang Harus Diketahui
➡️ Baca Juga: Tenor Cicilan Rumah Subsidi Diperpanjang Hingga 30 Tahun untuk Memudahkan Pembayaran




