Mentan Amran Tindak Tegas PNS Merokok dan Soroti Masalah Pengadaan di Kementan

Jakarta – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lingkungan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura pada Kamis, 8 Oktober. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kedisiplinan pegawai serta memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pertanian yang ada.
Melalui sidak tersebut, Mentan Amran memeriksa kehadiran pegawai di berbagai ruangan dan meja kerja. Ia juga menanyakan keberadaan beberapa pegawai yang tidak terlihat di tempat saat jam kerja berlangsung.
Selama pemeriksaan, Mentan Amran menemukan seorang pegawai merokok di area kerja pada jam yang seharusnya digunakan untuk bekerja. Ia pun langsung mempertanyakan alasan pegawai tersebut meninggalkan tugasnya untuk merokok.
“Ini adalah waktu kerja, mengapa Anda memilih untuk merokok?” tanya Mentan Amran dengan nada tegas.
Tak hanya fokus pada kedisiplinan, Mentan Amran juga memberikan perhatian khusus pada proses pengadaan barang dan jasa di Kementerian Pertanian. Ia menekankan bahwa praktik titip-menitip dalam penentuan pemenang tender tidak boleh terjadi lagi.
“Tidak ada lagi titip-titipan. Pemenang tender harus ditentukan berdasarkan aturan dan proses yang berlaku,” tegasnya dengan serius.
Mentan Amran juga mengingatkan kepada seluruh pihak terkait agar memastikan bahwa proses pengadaan dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada permainan dalam setiap tahap pengadaan, khususnya yang menyangkut kepentingan para petani.
“Bersihkan lingkungan kerja, jangan ada yang bermain-main. Semua harus bekerja sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Mentan Amran juga membahas tentang mekanisme pengawasan terhadap bantuan pertanian, termasuk benih yang diterima oleh para petani. Ia meminta agar setiap keluhan dari petani ditanggapi dengan serius dan tidak hanya diselesaikan lewat administrasi semata.
“Jika petani mengeluhkan kualitas benih yang buruk, jangan hanya membuat laporan tanpa pengecekan nyata di lapangan,” tambahnya.
Mentan Amran memastikan bahwa Kementerian Pertanian telah membentuk tim monitoring dan evaluasi (monev) yang bertugas untuk memeriksa pelaksanaan program di lapangan secara langsung.
“Kita memiliki tim monev yang akan melakukan pengecekan. Pastikan semua berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Saat melakukan sidak, Mentan Amran juga meminta kepada para pimpinan untuk memastikan bahwa pegawai yang ditugaskan menjalankan tanggung jawab mereka dengan baik.
Ketika menemukan salah satu ruangan kosong, ia langsung meminta penjelasan mengenai keberadaan pegawai yang seharusnya bertugas di tempat tersebut.
Setelah menerima informasi bahwa beberapa pegawai sedang melaksanakan tugas pengawalan program Pertanian Modern (PM-AAS) di Subang, Mentan Amran segera melakukan video call untuk memverifikasi informasi tersebut.
➡️ Baca Juga: Gerakan Sosial untuk Pengurangan Sampah Plastik
➡️ Baca Juga: Kemenristek Luncurkan Program Beasiswa Riset




